JAKA DAN SAPI MISTERIUS
Pak Jabrik: (dengan logat Jawa kental) "Heh, Le! Mau beli sapi? Sapi saya ini istimewa, lho! Bisa ngomong!"
Jaka: (mengaruk-garuk kepala) "Bisa ngomong? Masa sih, Pak?"
Pak Jabrik: "Ya, masa nggak! Coba tanya sendiri!"
Jaka pun mendekati sapi tersebut. Sapi itu tampak biasa saja, hanya saja matanya sedikit melotot.
Jaka: "Eh, Mbok Sapi… kamu bisa ngomong nggak?"
(Hening. Hanya suara jangkrik yang bercicit.)
Pak Jabrik: (berbisik) "Eh, Le… lupa kasih makan dulu. Sapi ini kalo laper, males ngomong."
Pak Jabrik lalu mengeluarkan sekarung rumput dari gerobaknya. Ia memberi makan sapi tersebut dengan penuh kasih sayang. Setelah kenyang, sapi itu mengunyah rumput dengan puas.
Jaka: (penasaran) "Nah, sekarang coba lagi, Mbok Sapi… bisa ngomong nggak?"
(Sapi itu mendengus keras, lalu… kentut dengan suara menggelegar!)
Pak Jabrik: (tertawa terbahak-bahak) "Nah, itu dia! Ngomongnya pake kentut! Istimewa kan?"
Jaka: (melongo) "Istimewa… kentutnya aja sekeras itu. Kalo ngomong beneran, apa nggak jebol telinganya?"
Pak Jabrik: "Ya, nggak lah! Ini sapi spesial. Kentutnya aja bisa bikin tanaman subur!"
Jaka akhirnya membeli sapi tersebut, bukan karena bisa ngomong, tapi karena kentutnya yang konon katanya bisa menyuburkan tanaman. Sejak saat itu, Jaka punya dua keahlian unik: menggendong bebek dan merawat sapi yang komunikasinya agak… unik. Warga Desa Jati Miring pun semakin sering tertawa karena ulah Jaka dan sapi misteriusnya.
Komentar
Posting Komentar